Dari Gamer Menjadi Racer


Suntingan Dr Jan Hoesada

PENDAHULUAN

Melalui pelatihan Granturismo, pada pemain game elektronis (gamer), termasuk di Indonesia, dapat menjadi racer (pembalap) dan berpeluang menjadi juara grandprix internasional. Nissan GT Academy  muncul tahun 2008 , dan tahun 2015 adalah awal Indonesia masuk ajang konversi gamer menjadi racer tersebut. Suryanto , tahun 2015 , menyajikan artikel berjudul Indonesia awali kiprahnya di Nissan GT Academy, sumber Antara, antara lain mengungkapkan bahwaIndonesia untuk pertama kalinya ikut dalam ajang balap virtual Nissan GT Academy bergabung bersama negara Asia lainnya, yakni India, Thailand, Filipina, dan Jepang. Nissan GT Academy merupakan kerja sama antara Nissan Global dengan PlayStation, untuk mencari pebalap virtual Gran Turismo 6 terbaik dan menjadikan mereka sebagai pebalap profesional yang sesungguhnya.  Untuk berpartisipasi dalam ajang itu, PT Nissan Motor Indonesia (NMI) akan menjaring wakil Indonesia melalui tahap kualifikasi secara online mulai 21 April hingga 16 Juni 2015. Budi Nur Mukmin, General Manager of Marketing Strategy and Product Planning NMI, di Jakarta Selasa mengatakan, “Keikutsertaan Indonesia di ajang Nissan GT Academy akan memberikan kesempatan kepada para pencinta game balap di Indonesia untuk mewujudkan mimpinya menjadi seorang pebalap profesional.”  “Ini adalah kesempatan besar, Indonesia memiliki potensi yang luar biasa, kami yakin keikutsertaan Indonesia di ajang Nissan GT Academy akan semakin memanaskan persaingan dalam perebutan Gelar Juara Nissan GT Academy International Racer. Kami berharap melalui ajang ini akan lahir pebalap dunia dari Indonesia,” katanya. Sejak pertama kali diadakan pada 2008, Nissan GT Academy telah mengubah hidup para pemenang dan melahirkan banyak pebalap professional yang telah berlaga di berbagai ajang balap internasional. Pemenang Nissan GT Academy Lucas Ordoñez dan Jann Mardenborough sukses menjadi seorang pembalap profesional, dan akan mewakili Nissan di ajang balap motor sport paling bergengsi, Le Mans 24 Hour untuk kelas LM P1. Ricardo Sanchez, pemenang International Nissan GT Academy tahun 2014, juga merupakan contoh nyata yang kehidupannya telah berubah berkat ajang Nissan GT Academy. Pada tahun 2015 Ricardo menjadi pebalap Nissan GT-R NISMO GT3 di ajang balap prestisius Blancpain Endurance Series di Eropa. Pebalap asal Mexico itu akan mengikuti ajang International GT Academy 2015 untuk berkompetisi dengan para gamers lain dari Australia, Turki, Mesir dan Aljazair. “Kami bangga bahwa Nissan merupakan satu-satunya produsen mobil dengan kompetisi balap yang unik seperti ini, dimana pencarian bakat baru di dunia motor sport dilakukan melalui kompetisi virtual yang dilanjutkan dengan pembinaan di dunia nyata,” kata Teddy Irawan selaku Vice President NMI. Selain melalui kualifikasi online, NMI juga menggelar roadshow di Atrium Mall Taman Anggrek pada 28 April–3 Mei 2015, Atrium Mall Kelapa Gading 3 pada 5–10 Mei 2015, dan di Rotunda V Walk lt. 3, Ciputra World, Surabaya pada 29–31 Mei 2015. Para gamers Indonesia yang terpilih nantinya akan bersaing dengan gamers dari 28 negara lain di seluruh dunia pada Nissan GT Academy International dan Asia tahun 2015. Diperkirakan sebanyak 2,2 juta gamers akan berpartisipasi dalam ajang balap dunia Nissan GT Academy tahun ini.

Selengkapnya…..