STRATEGI MINIMALISASI RISIKO DIGITAL BAGI NEGARA


Laporan Riset Maya  Dr Jan Hoesada, Komja KSAP

PENDAHULUAN

Percepatan program perlindungan anak-anak terhadap risiko digital telah dilakukan berbagai K/L dan Pemda NKRI dengan sangat baik berdasar international benchmarking praktik/legislasi terbaik di muka bumi, makalah ini bermaksud mendukung program mulia Kabinet, bahwa anak-anak NKRI harus terlindung dari akses/asupan-digital berbahaya.

Digital Minimalism by Cal NewportTerdapat berbagai sumber karangan yang berkualitas tinggi yang melarang kuotasi atau suntingan, hadirin sidang pembaca yang kami muliakan di mohon memperluas cakrawala dengan menambang sendiri informasi serumpun judul-makalah, karena seperti biasa, karangan kami bersifat dangkal dan berisiko menyesatkan. Hampiran suntingan berbasis preferensi pribadi.

Makalah seperti biasa untuk keperluan bahan-kerja KSAP, dipersembahkan kepada Kementerian Keuangan dan Satker Akuntansi tiap K/L/Pemda dalam meng-akuntansikan berbagai program pemerintahan.

KONSEP MINIMALISASI DIGITAL

Tujuan minimalisasi-digital adalah  optimalisasi nilai-guna APBN dalam digitalisasi kepemerintahan NKRI. Pada tahun 2024 Penerbit Gramedia Pustaka Utama mengalih-bahasa karya-tulis Calvin Newport berjudul Digital Mimimalism (2019) yang antara lain mengungkapkan berbagai hal sebagai berikut.

Kaum maksimalis-digital nan-gemar media-sosial selalu menyambut-ramah nir-prasangka dan bersedia mempelajari/mencoba tawaran-digital nan-baru apapun, sebagian langsung digunakan dengan cara mengganti sarana-digital-lama (replace) terutama jenis sarana/gagasan yang terbukti telah banyak-digunakan, sebagian lagi menyimpan sebagai persediaan gagasan-digital baru untuk dapat dipakai sewaktu-waktu di masa yang akan datang. Kelompok konsumen ini berisiko terpapar penyakit pembusukan-otak (brain rod) karena konsumsi-digital overdosis, digambarkan oleh deviasi perilaku dan kebiasaan manusia sehat jasmani-rohani, antara lain epilepsi dan anti-sosial. Bagi minimalis, apa yang dapat di minimumkan agar ualitas hidup keseluruhan meningkat ? Kaum minimalis-digital berciri lebih-tertutup kepada media-sosial, menilai/mengawasi apakah sarana-digital yang sedang digunakan telah/masih memenuhi-syarat mendukung aspek-kehidupan yang pokok/terpenting secara memuaskan & kompetitif  (terutama untuk mencari nafkah), yang di nilai sebagai asupan-digital nan-cukup, sehingga tawaran-digital (baru) selanjutnya di nilai dan mungkin akan digunakan untuk mengganti sarana-digital yang sekarang sedang digunakan secara amat-teliti, tanpa selera memperluas/meningkatkan kebutuhan-digital, dengan kesadaran akan risiko-berlebihan asupan-digital. Optimalisasi bertujuan untuk menjawab pertanyaan pokok adalah bagaimana anda memenuhi kebutuhan konsumsi-pokok dalam hidup anda cq apakah tujuan-hidup utama dan apa sumber penghasilan atau  mata pencaharian (kegiatan utama unyuk bertahan hidup harian), kebahagiaan keluarga, karir dan pendidikan-formal, telah di dukung digitalisasi secara optimal, dan bahwa kehidupan nondigital (tidur/makan/mandi, olah-raga, aktivitas kerja/belajar dan religius) di tata harmonis berdampingan dengan kehidupan digital, dan apakah kehidupan nondigital menjadi lebih baik karena bantuan digitalisasi-minimum tertentu, mengingat pameo: Menggunakan semua, semua jadi tidak beres.

Selengkapnya…