
Di tuturkan Dr. Jan Hoesada, KSAP
PENDAHULUAN
Makalah dangkal dan sederhana seperti biasa, bertujuan berkontribusi kepada KSAP sebagai bahan masukan dalam menyusun SAP NKRI cq LKPP dan LK Pemda untuk belanja APBN/D Pemberantasan Nrakoba.
Sidang pembaca Yth di mohon mencari sumber rujukan lain yang lebih afdol.
Rokok dan alkohol tetap berada pada peringkat di atas narkoba. Laporan WDR dari PBB ((Kantor Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Narkoba dan Kejahatan ) menunjukkan bahwa bahaya kesehatan yang lebih besar dikaitkan dengan penggunaan zat sah seperti tembakau (paling berbahaya) dan alkohol (proporsi bahaya tertinggi kedua), dan bahwa penggunaan narkoba secara umum, sementara berada pada urutan di bawah penggunaan zat tembakau dan alkohol dalam bahaya kesehatan menghasilkan 5% yang signifikan dari semua kematian terkait zat candu/opioid.
Dari 8,2 Miliar jiwa penduduk bumi, sekitar satu promil atau 7 juta meninggal sebagai perokok aktif pertahun dan 1 juta meninggal pertahun sebagai perokok pasif di seluruh dunia. Dari seluruh muka bumi, sekitar 3 juta jiwa meninggal pertahun sebagai pecandu alkohol. Sebagai pembanding, sekitar 6,7 juta jiwa di muka-bumi meninggal lantaran diabetes pertahun , sekitar 0,5 juta jiwa meninggal karena penyakit rumpun flu diluar pandemi Corona (Covid).
Sebagai pembanding lain tentang pembunuh diam-diam (silent killer), statistik kematian global pertahun menunjukkan bahwa sekitar 6,7 juta jiwa meninggal pertahun akibat diabetes, 7,5 juta jiwa akibat hipertensi, 300 ribu korban stroke dan 250 korban penyakit jantung. Sekitar 100.000 kematian-global pertahun akibat overdosisi narkoba, jumlah meninggal karena HIV sekitar 1 juta jiwa pertahun , jumlah infeksi menular lain sekitar 1,7 juta pertahun dari sekitar 8 Miliar penduduk dunia.
Kematian kecelakaan jalan-raya global sekitar 1 juta jiwa pertahun dari miliar penduduk bumi, kecelakaan pesawat komersial global pertahun pada era tahun 1980 – 1985 sebesar sekitar 3.000 kecelakaan pertahun, secara pelahan menurun menuju 2.000 kecelakaan pada era 1986 – 2000, menurun disekitar 2001- 2018 disekitar 1.500 kecelakaan pnerbangan pertahun, dan pada tahun 2019 tercatat 640 kecelakaan global, dengan latar belakang jumlah frekuensi penerbangan perhari naik-dahsyat , yang terimbangi teknologi dan kemajuan manajemen keselamatan penerbangan modern. Hampir Setengah dari Semua Kecelakaan Penerbangan Terjadi Saat Mendarat atau Lepas Landas, sekitar 50 % karena kesalahan pilot. Selengkapnya…..
