DUNIA, NKRI, DAN KSAP 2015


Januari 2015

Oleh : Dr Jan Hoesada, CPA

PENDAHULUAN

Agenda global tahun 2015 diramalkan tetap berada pada kisaran peningkatan atau penurunan harga minyak oleh OPEC dan kebijakan cadangan minyak, pelebaran senjang miskin-kaya, pemberesan berbagai masalah geopolitik, energi, kesehatan, kendaraan bermotor, penggelembungan aset (asset bubble) dan USD, serta cloud computing (next generation data centre & network virtualization). AS akan meneruskan pemulihan ekonomi, perekonomian Jepang dan Eropa akan terus berjuang melepas diri dari masalah pokok negara masing-masing menyebabkan dunia pada 2015 berada dalam pertumbuhan ekonomi sedang-sedang saja, pasar global bergejolak, dan perubahan besar akan nilai tukar.

Masa telepon genggam berharga mahal telah berakhir, tahun 2015 diramalkan menjadi tahun freemium dan tahun telepon genggam murah bahkan gratis bagi lapisan masyarakat ekonomi terbawah. Anda membeli pulsa dengan besaran tertentu, anda dapat hadiah telepon genggam. Tahun 2015 diramalkan menjadi tahun kebangkitan kembali PC, tahun lanjutan temuan baru untuk games, realitas virtual dan pembuatan film. Namun 2015 merupakan kelanjutan dan peningkatan tajam serangan teroris-maya; Distributed Denial-of-Service (DDoS) mungkin mencapai disekitar 350 GbPS atau lebih pada tahun 2015, bila melihat kurva serangan dari 1 GbPS pada tahun 2003, menjadi 309 GbPS tahun 2013, lalu meningkat menjadi 325 GbPS tahun 2014. Diramalkan, setiap pemerintahan dan korporasi tahun 2015 makin menyadari kebutuhan & keperluan hub tunggal untuk berbagai program komputernya, sebagai hampiran pengamanan data paling populer tahun 2015.

DUNIA

Rapat tutup tahun PBB 2014 sekali lagi memberi tekanan sustainable development goal dan perubahan iklim dunia. The Fed AS dan Bank of England Inggris cenderung menaikkan suku bunga diramalkan berdampak pada peningkatan volatilitas pasar uang, berdampak pada perekonomian Zona Eropa yang lambat tanggap dan bahkan perekonomian Jepang, berisiko bola salju berbentuk mendung resesi global dan deflasi. Krisis Euro memasuki tahun keenam. Sepanjang 2015, pertumbuhan ekonomi RRC tetap menjadi sumber kepanikan negara-negara industri berbasis ekspor, membangkitkan naluri dan kewaspadaan pertahanan berbagai bangsa yang pada gilirannya membangkitkan sentimen nasionalisme, dan situasi politik yang berisiko mengganggu berbagai agenda kerja sama bilateral atau zona ekonomi seperti ASEAN dan Trans-Pasifik. Berbagai partai politik juga mendorong semangat nasionalisme dan sikap lebih eksklusif.

AS tetap menjadi negara yang tak seberapa peka terhadap guncangan nilai tukar karena kombinasian ideal ekspor barang dan jasa bernilai tambah, sehingga AS tidak berada pada wilayah perang harga global. Diramalkan AS mengalami pemulihan ekonomi dan kembali memimpin pertumbuhan perekonomian dunia menjadi sedikit lebih besar ketimbang pertumbuhan 2014. AS akan terfokus pada pemulihan kegiatan luar negeri terkait ekonomi dan politik umumnya, khususnya Yemen, Iran, Siria dan Irak, sambil menekan tarif bunga The Fed. Militaryfriendly.com menyediakan data top 10 military friendly employer mendukung manajemen transisi Departemen Program Veteran (Department of Veteran Affair) agar rata-rata 250.000 orang pensiunan pertahun yang masih amat sehat dapat bergiat pada sektor sipil, misalnya kalau di Indonesia dipekerjakan untuk memastikan program kelautan Jokowi, pembukaan lahan sawah baru, perlindungan hutang lindung dan laut Indonesia, klinik untuk rakyat, distribusi raskin, BPJS atau semacamnya, program percepatan pemulihan paska bencana alam, pembangunan jalan raya lintas pulau luar Jawa dan pembangunan pelabuhan antar pulau berjalan sukses, disamping dapat membantu berbagai program pembangunan, pemeliharaan atau perlindungan dari para gubernur dan pemerintahan daerah. Sebagai misal Health Net menyatakan bahwa mempekerjakan veteran adalah keputusan cerdas karena mereka terbiasa disiplin, terfokus pada misi dan terbiasa bekerja dalam tim.

Di Inggris, PM David Cameron harus membereskan masalah boom real estate terutama pada wilayah London.

Konselor Angela Merkel di Jerman harus mengatasi masalah penurunan kinerja ekspor sepanjang 2015, antara lain penurunan ekspor ke Rusia, setelah mengalami zaman keemasan sebagai negara bersurplus perdagangan terbesar di muka bumi. Sepanjang 2015, Angela bekerja keras membereskan anggaran fredeal tersesuai dengan penurunan target pertumbuhan ekonomi 2% menjadi 1,3%, menata kembali dan melakukan berbagai infrastruktur pelabuhan, jalan dan jembatan dan menerapkan upah minimum perjam USD10.63 per 1 Januari 2015 dan mengatasi PHK nasional & laju pengangguran akibat kebijakan tersebut.

Presiden Vladimir Putin di Rusia menghadapi ujian berat 2015 apabila perekonomian berbasis ekspor yang dilanjutkan menghadapi turunnya harga minyak dan sanksi ekonomi karena aksi dukungan Rusia kepada pemberontak Ukraina.

Shinzo Abe sedang berfikir keras menaikkan pajak konsumsi pada bulan Oktober 2015 dan mempertimbangkan dampak negatif berulang lagi pada perekonomian Jepang.

RRC meningkatkan upah buruh dua digit dan sehingga RRC tak dapat lagi menyebut diri sebagai negara dengan low cost industry, menyebabkan investor asing mulai pikir-pikir tentang Vietnam dan Indonesia sebagai destinasi investasi. Di RRC, Presiden Xi Jinping harus bekerja keras untuk mengatasi risiko langgar-janji utang (default) berbagai proyek konstruksi infrastruktur, perumahan dan industri.

Setelah perekonomian India turun dahsyat pada 2012 dan 2013, tahun pemulihan 2015 diharapkan pertumbuhan ekonomi mencapai 6,3% dan mampu mencapai 7,2 % – melampaui RRC – tahun 2016. Suku bunga mungkin dipertahankan tinggi oleh Perdana Menteri Narendra Modi untuk mencegah kenaikan laju inflasi di India, membangun berbagai kebijakan pemikat investasi untuk industri (pabrik). Sukses hampiran otokratis untuk pengentasan kemiskinan di RRC terbukti lebih sukses daripada kemajuan pembangunan ekonomi berbasis demokrasi, sehingga Modi sangat antusias belajar dari sukses tersebut. Sepanjang 2015 RRC juga akan menghadapi ketidakpuasan kelas menengah akan pemberantasan korupsi, layanan buruk pemerintahan dan iklim kemerdekaan sipil. Bagi negara-negara pengikut faham demokrasi, makin tertengarai kesadaran akan penggunaan azas demokrasi secara lebih bijak dan berhati-hati, penggunaan sistem demokrasi dilakukan sambil berupaya menutup risiko & kelemahan bawaan sistem demokrasi. Diramalkan kerjasama Jepang dan RRC makin intensif – sambil melupakan pertikaian – demi pertumbuhan ekonomi masing-masing negara.

Sepanjang 2015 Presiden Hassan Rouhani diramalkan berupaya menaikkan harga jual minyak bumi eks Iran untuk memenuhi target belanja sosial pada APBN sambil terus melakukan lobi politik internasional berupaya membebaskan Iran dari sanksi program nuklir yang dipimpin AS.

Brasil akan tetap menjadi negara berperekonomian terbesar di Amerika Selatan, dan sepanjang 2015 Presiden Dilma Rousseff harus mengatasi masalah pertumbuhan ekonomi yang melambat, inflasi tinggi dan pemangkasan birokrasi umumnya, biaya ekonomi tinggi (high cost economy) khususnya.

Venezuela diramalkan tetap menghadapi masalah langgar-janji (default) sepanjang lima tahun kedepan, para investor prihatin akan berbagai kebijakan penerbitan obligasi untuk utang jatuh tempo pada berbagai BUMN produsen minyak.

Sepanjang Afrika masih dalam tema pertikaian fisik (terutama di Nigeria, Sudan Selatan, Republik Sentral Afrika, Somalia, Kenya) dan wabah penyakit (terutama di Guinea, Liberia dan Siera Leone), sebanyak 585 juta jiwa atau 72% populasi masih hidup di bawah garis kemiskinan. Boom teknologi sedikit banyak menolong Afrika memerangi pemberontakan, teroris dan Ebola pada satu sisi, memacu perdagangan dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang berciri amat terdiversifikasi. IMF meramalkan pertumbuhan ekonomi 5% – diatas rerata pertumbuhan dunia – pada wilayah 16 negara subsahara, bahkan Kenya dan Nigeria diramalkan mampu mencapai 6%.

Sepanjang 2015, Presiden Goodluck Jonathan masih berkutat dalam perang membasmi Ebola, membereskan risiko APBN karena penurunan pendapatan minyak bumi dan mengatasi kejahatan penculikan oleh kelompok ekstrim. Tahun 2015 masih merupakan kelanjutan perang global terhadap Ebola, gerakan ekstrim berbasis keagamaan tertentu, harap-harap cemas akan kemungkinan perdamaian pemerintahan Colombia dengan gerilya FARC setelah setengah abad bertikai. Teknologi akan memasuki wilayah baru telepon cerdas, mobil cerdas dan sarana kedokteran. Berbagai politisi seperti Matteo Renzi di Italia dan Joko Widodo di NKRI melakukan perencanaan berderajat reformatif, Hillary Clinton melakukan pemberdayaan perempuan, Bill Gates untuk anak-anak dan kelompok paling miskin dunia.

Terjadi penguatan kegemaran baru dunia, bahwa blunder kepemimpinan nasional makin disukai sebagai topik perbincangan sehari-hari dan media massa. Terjadi peningkatan ketidaksabaran publik yang merasa tidak puas akan sistem demokrasi, terjadi penurunan drastis popularitas berbagai pemimpin bangsa dan partai politik tertentu, terjadi pola pemilihan figur pimpinan nasional yang baru sama sekali. Shinzo Abe menghadapi tahun kritis perang terhadap deflasi melalui Bank Of Japan, harus meresolusi masalah inflasi dan dampak kenaikan pajak konsumsi atas perekonomian Jepang, sedang pikir-pikir untuk kenaikan tarif pajak yang kedua, perang terhadap defisit APBN dan reformasi struktural sisi pasok sedang dalam proses.

Walau sepanjang sejarah Jerman mendukung Rusia, sebagian orang Jerman mulai waspada akan ancaman Rusia.

ASEAN

ASEAN Economic Comunity dimulai efektif akhir 2015 mencakupi 600 juta jiwa dan USD2,5 Triliun PDB menjadi pasar tunggal dan basis produksi tunggal diramalkan masih jauh dari setara dibanding Uni Eropa bahkan sampai 2020 karena: (1) tak ada birokrasi tersentralisasi, senjang pendapatan perkapita, teknologi dan SD terlampau besar; (2) merupakan kerjasama tidak ideal antara berbagai ras, budaya, sistem nilai, agama, sistem demokrasi dan junta militer; dan (3) kesulitan membangun kerja sama antar badan usaha yang terlanjur menjadi musuh & bersaing di pasar Asia dalam tradisi yang panjang. Sekretariat ASEAN terlampau kecil, tidak profesional dan tidak dapat diharapkan berfungsi optimal bagi AEC. Studi ADB menyimpulkan bahwa liberalisasi pekerja di ASEAN juga tidak menguntungkan Indonesia yang kekurangan tenaga berkualitas, bahwa kesepakatan tarif akan diganti dengan penciptaan berbagai hambatan non tarif. Ketidakpatuhan akan kesepakatan ASEAN diduga jauh dari risiko hukuman atau sanksi, menyebabkan bisnis berjalan seperti biasa.

INDONESIA

Di Indonesia, awal 2015 adalah wilayah gempa bumi SPT yang meminta berbagai data baru tentang kekayaan WP dan popularitas Jokowi diramalkan sedikit banyak terpengaruh oleh permintaan tersebut. Dengan populasi 255,8 juta jiwa berdaya saing SDM relatif rendah di kawasan Asia, pertumbuhan PDB Indonesia diramalkan 5,9%, PDB perjiwa USD3,870, inflasi diramalkan 5,6%, defisit APBN sekitar minus 2,3% PDB. Tahun 2015 adalah tahun sibuk NKRI memerangi perubahan kekuatan daya beli Rupiah dan masalah senjang kemiskinan yang melebar, masalah alokasi APBN dan gaya pemerintahan dan gaya berdemokrasi yang memperlebar jarak antara miskin dan kaya. Pimpinan negara menghadapi wilayah kepemerintahan nan luas dengan ragam etnis dan budaya, menyadari bahwa APBN berbasis kekayaan minyak bumi makin susut dan berbatas waktu, dan memikirkan percepatan pembangunan SDM dan infrastruktur untuk mempercepat lintas arus barang dalam pulau dan antar pulau, pembangunan ekonomi maritim serta pembangunan sektor riil. Tol dan pelabuhan antar pulau, dan administrasi kepabeanan menjadi fokus perhatian, dan APBN pendorong pertumbuhan PAD daerah yang lain menjadi fokus pembangunan daerah. Kabinet tentu memperhatikan indeks GINI, kemiskinan dan pengangguran pada tiap provinsi dan 113 kabupaten berstatus daerah tertinggal. Presiden bermaksud membangun kualitas SDM berusia di bawah 30 tahun, melalui program edukasi dan kesehatan. Subsidi BBM dan subsidi konsumsi lain akan dialihkan kepada subsidi sektor produktif, memperkuat KPK dan membangun program nasional memerangi korupsi. Rakyat diminta mengawasi pemerintahan, revolusi mental nasional dilakukan untuk membentuk bangsa lebih produktif, membangun kepercayaan (trust) untuk memikat investasi sepanjang lima tahun ke depan, Kabinet yang telah dirampingkan diminta bekerja terus malam hari. Diramalkan pada triwulan pertama 2015 terjadi berbagai rekonsiliasi atau islah berbagai partai politik dan mayoritas suara DPR pendukung kabinet dan pendukung APBNP semester II 2015 di DPR telah dipastikan.

Sepanjang 2015, Carl Icahn akan tetap menginspirasi para investor, dan David Blaine tetap menjamin kesinambungan keajaiban dunia sejangkauan Google. Sepanjang 2015, dunia tetap mengonsumsi berbagai perhelatan cricket, rugby, sepak bola wanita, tinju, episode lanjutan Star Wars, Bond dan Back to The Future II. Pada bulan Juni 2015 perjalanan 9 tahun sepanjang tiga miliar mil kapal angkasa NASA mencapai Planet Pluto. Di Indonesia, berbagai episode 2015 sinetron manusia harimau makin populer karena mengambil hikmah Hobbit. Diramalkan pemerintah pusat mulai cemas akan tayangan sinetron bertema mistik membawa NKRI mundur seratus tahun, dan Presiden yang menginginkan revolusi mental itu meminta para menteri memberi pengarahan pada rumah produksi agar memilih naskah yang kondusif bagi pembangunan bangsa modern.

RAMALAN DUNIA AKUNTANSI

Laporan Terintegrasi (Integrated Report) menjadi wacana dunia akuntansi NKRI. Pada tahun 2015, OJK memasuki program pengembangan micro finance. Diramalkan OJK meminta DSAK untuk membentuk semacam standar yang lebih sederhana dari SAK ETAP atau semacam pedoman akuntansi sebagai basis OJK melakukan pengembangan industri micro finance yang bertanggung jawab. Pedoman itu mungkin diturunkan dari SAK ETAP dan SAK Syariah (SAS), karena OJK juga sedang melakukan pengembangan industri jasa keuangan Syariah.

Laporan segmen diramalkan menjadi primadona LK yang beredar di Pasar Modal.

Tahun 2015 diramalkan menjadi tahun koordinasi PPAJP – Kementerian Keuangan dengan OJK dalam pengaturan Jasa Akuntan Publik dan kantor Jasa Akuntansi. PP tentang Pungutan berpotensi diamandemen, menghapus beberapa pungutan yang diamarkan MA. Izin KJA mulai diberikan oleh PPAJP.

Akuntansi pajak diramalkan naik daun karena kewajiban melaporkan kekayaan tertentu dalam SPT, sehingga Laporan Keuangan Fiskal berfokus pada Neraca Fiskal dan Laba Fiskal ramai diperbicangkan. Pada tahun 2015, Komite SPAP dari IAPI diramalkan kembali memperkenalkan opini khusus bagi LK Fiskal auditan sebagai lampiran penting SPT. Pada tahun 2015, Combined Assurance & CSR Assurance diramalkan menjadi agenda utama IAPI.

Di NKRI, tahun 2015 adalah tahun awal implementasi Standar Akuntansi Pemerintahan secara akrual paripurna, dan BPK akan memeriksa Laporan Keuangan berdasar basis tersebut. Tahun 2015 adalah tahun gempa bumi akuntansi pemerintahan terutama bagi pemerintah daerah dan Kemdagri, juga merupakan tahun persiapan bagi BPK untuk menerapkan prosedur pemeriksaan Laporan Keuangan berdasarkan PP 71/2010 Akrual yang akan dimulai tahun 2016 untuk tahun buku 2015 berakhir 31 Desember 2015.

Tergantung kelihaian lobi Kementerian Keuangan & KSAP, diramalkan bahwa pencanangan tahun pertama implementasi SAP Akrual tersebut dilakukan oleh Joko Widodo-Presiden RI sendiri, sesuai cita-cita revolusi mental, juga karena wajib dihadiri seluruh pimpinan K/L, Provinsi dan Kabupaten/Kota, dengan undangan khusus kepada perwakilan PBB,ADB, World Bank dan organisasi penting dunia.

Sebagai tahun pertama implementasi akuntansi pemerintah akrual paripurna, sepanjang tahun 2015 KSAP, Direktorat APK – Kementerian Keuangan dan Kemdagri diramalkan akan banyak menerima pertanyaan dari pengguna PP 71/2010 terutama dari pemerintah daerah, mungkin pula berbagai pertanyaan dari BPK dan BPKP. Tahun 2015 akan diramaikan oleh Buletin Teknis Bansos berbasis akrual yang baru dan bultek “panas” lain seperti Bultek Piutang, Bultek Kas, Buktek Dana Bergulir, Bultek ATB, Bultek Pendapatan, dan Bultek Kerugian Negara. Dengan demikian, sejalan dengan akuntansi akrual, akuntansi forensik juga mulai diterapkan. Konsep Publikasian Bultek Pendapatan Pajak dan Bultek Kerugian Negara diramalkan mulai di bahas KSAP bersama Dirjen Pajak, KPK, BPK, dan pemangku kepentingan lain pada triwulan pertama 2015 dan mungkin dapat disahkan pada Triwulan Kedua 2015.

Pemerintah Pusat mulai berkepentingan akan Laporan Statistik Keuangan Pemerintahan, pada tahun 2015 diramalkan mendesak KSAP mempertimbangkan Standar Akuntansi tentang Government Financial Statistic, mengambil hikmah dari Standar IPSAS. Karena pertumbuhan luar biasa perolehan dan pembangunan aset nirwujud, Pemerintah diramalkan mendesak KSAP mengangkat harkat Buletin Teknis Aset Tidak Berwujud menjadi PSAP. Tahun 2015 adalah tahun Bultek Kerugian Negara, yang ramai diperbincangkan dalam masyarakat akuntansi keuangan pemerintahan umumnya, KPK, BPK, PPATK, Ditjen Pajak, kepolisian dan kejaksaan khususnya. Setelah sukses Buletin Teknis Bansos dalam menata/merapikan RAPBN/APBN/Realisasi APBN Bansos, Pemerintah NKRI memasuki tahap-tahap akhir implementasi akuntansi hibah.

Tahun 2015 diramalkan sebagai tahun koordinasi Kementerian Keuangan dan Kementerian Dalam Negeri dalam membangun akuntansi dan pelaporan LK Desa.

Masa depan di tangan Allah, ramalan tersebut di atas dapat meleset. Selamat tahun baru 2015, mendoakan sukses bagi kabinet dan KSAP.