{"id":6095,"date":"2026-05-01T09:01:23","date_gmt":"2026-05-01T02:01:23","guid":{"rendered":"https:\/\/www.ksap.org\/sap\/?p=6095"},"modified":"2026-05-04T09:07:30","modified_gmt":"2026-05-04T02:07:30","slug":"studi-kasus-demokrasi-di-amerika-serikat","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.ksap.org\/sap\/studi-kasus-demokrasi-di-amerika-serikat\/","title":{"rendered":"STUDI KASUS DEMOKRASI DI AMERIKA SERIKAT"},"content":{"rendered":"\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><a href=\"https:\/\/www.ksap.org\/sap\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/image.png\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"279\" height=\"438\" src=\"https:\/\/www.ksap.org\/sap\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/image.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-6096\" srcset=\"https:\/\/www.ksap.org\/sap\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/image.png 279w, https:\/\/www.ksap.org\/sap\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/image-191x300.png 191w\" sizes=\"auto, (max-width: 279px) 100vw, 279px\" \/><\/a><\/figure>\n\n\n\n<p><strong>Oleh: Dr Jan Hoesada, Komite Kerja KSAP<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p><strong>PENDAHULUAN<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Penerbit Gramedia mempublikasi sebuah buku berjudul Bagaimana Demokrasi Mati (<em>How Democracies Die<\/em>) , karangan Steven Levitsky dan Daniel Ziblat (2018) tentang sejarah pasang surut demokrasi di negara Amerika Serikat.<\/p>\n\n\n\n<p>Dibawah ini adalah sedikit kutipan Penulis tentang isi buku tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p>Pada kata pengantar, Penulis buku tersebut menyatakan bahwa :<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Demokrasi itu rapuh dan dapat ber-metamorfosa. Makin panjang umur iklim-demokrasi, makin lengah bangsa itu dalam menjaga kualitas\/kemurnian demokrasi cq kualitas pemilu.<\/li>\n\n\n\n<li>Dasar sistem demokrasi AS adalah Konstitusi tentang demokrasi, <em>Credo<\/em> tentang kebebasan dan kesetaraan nasional, Kelas menengah nan-kuat sepanjang sejarah, Tingginya tingkat pendidikan dan kekayaan, dan Sektor swastanan-beragam, kokoh dan besar<\/li>\n\n\n\n<li>Budaya politik demokrasi adalah memperlakukan partai-lain atau calon-lain bukan sebagai musuh.<\/li>\n\n\n\n<li>Pemerintah dan rakyat menjaga lembaga pelindung demokrasi, antara lain pengadilan, badan intelijen, pers dan kantor-kantor etika\/HAM.<\/li>\n\n\n\n<li>Menurut dua penulis buku tersebut, sebagian besar demokrasi mati karena fasisme, komunisme dan kekuasaan militer lewat kudeta bersenjata , pemerintahan serta-merta diganti sistem kepemerintahan diktator (misalnya Jerman, Hitler) , sebagian mati pelahan-lahan (misalnya, Chaves, venezuela, menang pemilu1998 menjadi presiden, 2003 menjadi diktator, 2006 tampil sebagai presiden terpilih seolah-olah demokratis, 2012 menang lagi pada pemilu bebas tapi tidakadil, lalu meninggal kena kanker, lalu 2017 konstituante kongres partai tunggal , menjadi negara bersistem otokrasi) dan sebagian lagi malih-rupa ( mimikri demokrasi) \u00a0dimana rakyat tidak sadar bahwa negaranya telah berubah menjadi negara otoriter ( misalnya, Pinochet, Chile) karena menjadi otokrat hasil pemilu (bebas) mampu mempertahankan tampilan demokrasi yang telah kehilangan substansinya (tidak jurdil). <a href=\"https:\/\/www.ksap.org\/sap\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/EDISI-1-MEI-2026-BARU.pdf\">Selanjutnya&#8230;<\/a><\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Oleh: Dr Jan Hoesada, Komite Kerja KSAP PENDAHULUAN Penerbit Gramedia mempublikasi sebuah buku berjudul Bagaimana Demokrasi Mati (How Democracies Die) , karangan Steven Levitsky dan Daniel Ziblat (2018) tentang sejarah pasang surut demokrasi di negara Amerika Serikat. Dibawah ini adalah sedikit kutipan Penulis tentang isi buku tersebut. Pada kata pengantar, Penulis buku tersebut menyatakan bahwa [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":168,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[69,18,6],"tags":[],"class_list":{"0":"post-6095","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","6":"category-article","7":"category-artikel","8":"category-publikasi","9":"czr-hentry"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.ksap.org\/sap\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6095","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.ksap.org\/sap\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.ksap.org\/sap\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ksap.org\/sap\/wp-json\/wp\/v2\/users\/168"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ksap.org\/sap\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=6095"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.ksap.org\/sap\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6095\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":6097,"href":"https:\/\/www.ksap.org\/sap\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6095\/revisions\/6097"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.ksap.org\/sap\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=6095"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ksap.org\/sap\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=6095"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ksap.org\/sap\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=6095"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}