{"id":5428,"date":"2023-12-01T14:42:44","date_gmt":"2023-12-01T07:42:44","guid":{"rendered":"https:\/\/www.ksap.org\/sap\/?p=5428"},"modified":"2023-12-12T10:30:37","modified_gmt":"2023-12-12T03:30:37","slug":"penerapan-akuntansi-nilai-wajar-pada-pemerintahan-nkri","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.ksap.org\/sap\/penerapan-akuntansi-nilai-wajar-pada-pemerintahan-nkri\/","title":{"rendered":"Penerapan Akuntansi Nilai Wajar pada Pemerintahan NKRI"},"content":{"rendered":"\n<p style=\"font-size:14px\"><strong>Laporan Studi Pustaka&nbsp;Dr Jan Hoesada<\/strong> <\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><a href=\"https:\/\/www.ksap.org\/sap\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/a0000276_main.webp\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"750\" height=\"536\" src=\"https:\/\/www.ksap.org\/sap\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/a0000276_main.webp\" alt=\"\" class=\"wp-image-5432\" srcset=\"https:\/\/www.ksap.org\/sap\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/a0000276_main.webp 750w, https:\/\/www.ksap.org\/sap\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/a0000276_main-300x214.webp 300w\" sizes=\"auto, (max-width: 750px) 100vw, 750px\" \/><\/a><\/figure>\n\n\n\n<p><strong>PENDAHULUAN<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Terdapat kemungkinan di masa depan nan-dekat KSAP dan\/atau PMK Kebijakan Akuntansi Pemerintahan memilih Akuntansi Nilai Wajar mengganti PP 71\/2010 Nilai Historis. PP ANW pengganti PP 71\/2010 diramalkan menggunakan IPSAS edisi 2024\/25 sebagai tolok-ukur atau patok-duga ( <em>benchmarking<\/em>) , didalamnya terdapat berbagai Pernyataan IPSAS nan-mendua , dalam bentuk penyediaan opsi model biaya perolehan (cost model) &nbsp;atau pilihan model revaluasi (Revaluation Model) &nbsp;, atau semacamnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Menyikapi PP SAP ANW berbasis IPSAS &nbsp;nan-mendua<a href=\"#_ftn1\" id=\"_ftnref1\">[1]<\/a>, maka PMK Pedoman &nbsp;Kebijakan dan Sistem Akuntansi Pemerintahan berbasis SAP dan Hukum-Positif mempunyai opsi sebagai berikut :<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li>Opsi Pertama, hampiran ANW Murni. PMK Kebijakan Pemurnian LK Berbasis ANW ( Akuntansi Nilai Wajar) , sehingga PMK tebang-pilih memilih\/menetapkan elemen ANW yang terdapat pada tiap PSAP terbaru, dan menolak elemen ANH (Akuntansi Nilai Historis) bila tak merefleksikan NW ( Nilai Wajar) , bertujuan :<\/li><\/ul>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\" type=\"a\"><li>LKPP yang merupakan konsolidasian berbagai LK Entitas Pemerintahan cq LK K\/L berbasis ANW, dimungkinkan, dengan kesadaran-praktis bahwa tetap-saja mungkin-ada pos-minoritas dalam LK terpaksa masih berbasis ANH .<\/li><li>PMK Pedoman Kebijakan Akuntansi &amp; Sistem Akuntansi bertujuan penyeragaman basis, sistem-prosedur tata-cara berakuntansi berbasis ANW, bermuara pada penyediaan perangkat lunak akuntansi ANW nan-seragam.<\/li><li>Terjadi percepatan\/akselerasi pertumbuhan\/peralihan akuntansi pemerintahan berbasis ANH versi PP 71\/2010 menjadi berbasis ANW versi PP ANW pengganti PP 71\/2010.<\/li><\/ol>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li>Opsi Kedua, hampiran ANH sedapat-dapatnya., dimana PP Pengganti SAP versi PP 71\/2010 ANH tetap dipertahankan dalam-bungkus edisi-terbaru IPSAS 2025 , mungkin dengan sebutan PP &#8230;\/2025 ( tanpa judul ANW), karena KSAP diam-diam tetap memilih Mazhab ANH ? Bila PP Baru KSAP memilih hampiran ANH selaras PP 71\/2010 , maka terdapat kemungkinan bahwa KSAP <em>memilih hampiran-adopsi sebagian IPSAS<\/em> &nbsp;( secara terbatas) , di mana KSAP menghapus segala opsi Model Revaluasi atau semacamnya &nbsp;dalam berbagai PSAP AT, ATB, Properti Investasi, Tanaman Induk Produktif versi PSAP Agrikultur, dan\/atau berbagai PSAP lain , sehingga tiap PSAP turunan IPSAS tersebut mengandung hanya sebuah opsi, yaitu Model Biaya Perolehan atau semacamnya.&nbsp; Bila demikian, sebagai derivasi\/turunan SAP, selanjutnya PMK Kebijakan Pemurnian LK Berbasis ANH, sehingga PMK memilih\/menetapkan elemen ANH yang terdapat pada tiap PSAP terbaru,&nbsp; menolak elemen ANW yang tak merefleksikan NH ( Nilai Historis), bertujuan :<\/li><\/ul>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\" type=\"a\"><li>LKPP yang merupakan konsolidasian berbagai LK Entitas Pemerintahan cq LK K\/L berbasis ANH, dimungkinkan, walau menggunakan basis IPSAS yang berorientasi pada ANW. Strategi ini disebut Sistem Akuntansi &amp; LK berbasis ANH dalam SAP berbasis ANW versi IFRS\/IPSAS, dengan kesadaran-praktis bahwa tetap-saja mungkin-ada pos-minoritas dalam LK terpaksa masih berbasis ANW..<\/li><li>PMK Kebijakan Akuntansi &amp; Sistem Akuntansi bertujuan penyeragaman tata-cara berakuntansi berbasis ANH, bermuara pada penyediaan perangkat lunak akuntansi ANH nan-seragam. Sistem dan perangkat lunak versi PP 71\/2010 ( yang telah ada ) sebagian besar masih dapat digunakan.<\/li><li>Tak ada kebutuhan percepatan\/akselerasi pertumbuhan\/peralihan akuntansi pemerintahan, karenarbasis ANH versi PP 71\/2010 tetap-dipertahankan pada era baru PP Akuntansi Nilai Wajar pengganti PP 71\/2010 Akuntansi Nilai Historis. <a href=\"https:\/\/www.ksap.org\/sap\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/MAKALAH-NILAI-WAJAR.pdf\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Selengkapnya&#8230;..<\/a><\/li><\/ol>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Laporan Studi Pustaka&nbsp;Dr Jan Hoesada PENDAHULUAN Terdapat kemungkinan di masa depan nan-dekat KSAP dan\/atau PMK Kebijakan Akuntansi Pemerintahan memilih Akuntansi Nilai Wajar mengganti PP 71\/2010 Nilai Historis. PP ANW pengganti PP 71\/2010 diramalkan menggunakan IPSAS edisi 2024\/25 sebagai tolok-ukur atau patok-duga ( benchmarking) , didalamnya terdapat berbagai Pernyataan IPSAS nan-mendua , dalam bentuk penyediaan opsi [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":166,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[18,6,1],"tags":[],"class_list":{"0":"post-5428","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","6":"category-artikel","7":"category-publikasi","8":"category-uncategorized","9":"czr-hentry"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.ksap.org\/sap\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5428","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.ksap.org\/sap\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.ksap.org\/sap\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ksap.org\/sap\/wp-json\/wp\/v2\/users\/166"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ksap.org\/sap\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=5428"}],"version-history":[{"count":8,"href":"https:\/\/www.ksap.org\/sap\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5428\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":5454,"href":"https:\/\/www.ksap.org\/sap\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5428\/revisions\/5454"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.ksap.org\/sap\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=5428"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ksap.org\/sap\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=5428"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ksap.org\/sap\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=5428"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}