{"id":5295,"date":"2023-06-01T22:18:28","date_gmt":"2023-06-01T15:18:28","guid":{"rendered":"https:\/\/www.ksap.org\/sap\/?p=5295"},"modified":"2023-06-01T22:18:29","modified_gmt":"2023-06-01T15:18:29","slug":"akuntansi-aset-warisan-budaya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.ksap.org\/sap\/akuntansi-aset-warisan-budaya\/","title":{"rendered":"AKUNTANSI\u00a0ASET WARISAN BUDAYA"},"content":{"rendered":"<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"alignleft size-large is-resized\"><a href=\"https:\/\/www.ksap.org\/sap\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/image.png\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/www.ksap.org\/sap\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/image-691x1024.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-5296\" width=\"213\" height=\"316\" srcset=\"https:\/\/www.ksap.org\/sap\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/image-691x1024.png 691w, https:\/\/www.ksap.org\/sap\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/image-203x300.png 203w, https:\/\/www.ksap.org\/sap\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/image.png 702w\" sizes=\"auto, (max-width: 213px) 100vw, 213px\" \/><\/a><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p><strong>ASET WARISAN BUDAYA<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p><strong>(HERITAGE ASSETS ACCOUNTING)<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Dituturkan Dr Jan Hoesada<\/p>\n\n\n\n<p><strong>PENDAHULUAN<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Seperti biasa, penulis mohon maaf apabila terdapat buah-pikiran atau kutipan tak sejalan-pikiran dengan sidang pembaca.<\/p>\n\n\n\n<p>Terdapat dua kelompok besar , warisan alam ( natural heritage) dan warisan-budaya (cultural heritage) . Sumber <em>Encyclop\u00e6dia Britannica<\/em>, Inc, 2023, makna <em>heritage<\/em> \/ warisan\/ penginggalan adalah tradisi, kinerja\/raihan, kepercayaan dll sebagai bagian sejarah bangsa atau sebuah komunitas.<em><\/em><\/p>\n\n\n\n<p><em>Elemen utama budaya adalah simbol, bahasa, norma, nilai dan artefak atau segala hal ciptaan\/buatan manusia generasi-lampau , baik kasad-mata ( misalnya sarana-fisik termasuk bangunaan ) maupun tidak kasad-mata (misalnya nilai-luhur bangsa, lagu kebangsaan).<\/em><\/p>\n\n\n\n<p><em>Berbagai hukum positif NKRI menggunakan istilah <\/em><em>warisan budaya<\/em><em> berupa benda berwujud dan warisan budaya tak benda (nirwujud) , sehingga penulis makalah ini meng-alih-bahasa istilah <\/em><em>heritage assets<\/em><em> menjadi <strong>Aset Warisan Budaya atau AWB<\/strong><\/em><a href=\"#_ftn1\" id=\"_ftnref1\"><strong>[1]<\/strong><\/a><em>.<\/em><\/p>\n\n\n\n<p>Menurut <em>UNESCO Institute for Statistics<\/em>, 2009, AWB (<em>cultural heritage<\/em>) mencakupi artefak, situs, monumen, bangunan atau sekelompok bangunan, musium ber-isi aneka-ragam nilai simbolis, sejarah, peninggalan industrial, seni, keindahan, etnis\/antropologis, berdimensi ilmiah dan\/atau sosial , mencakupi warisan\/peninggalan kasad-mata \/ nirkasad-mata (<em>intangible cultural heritage atau ICH) <\/em>yang dapat\/tidak-dapat pindah-tempat, diatas\/di dalam air, <em>&nbsp;terjalin dalam budaya, ritual\/perayaan adat, serta peninggalan\/warisan-alam (natural heritage).<\/em><\/p>\n\n\n\n<p>Kriteria AWB versi UNESCO mencakup (1) karya akbar manusia tak ada duanya, (2) memamerkan nilai-budaya-kemanusiaan lintas budaya bangsa-bangsa, lintas waktu, antara lain berbentuk rancang-bangun kota, lansekap, karya teknologi\/seni monumental, (3) bukti eksistensi budaya masa lalu terutama budaya-punah, (4) memberi contoh nyata keunikan budaya arsitektur bangsa itu, (5) budaya hunian , budaya penggunaan alam secara baik seperti tanah, sungai dan lautan, (6) secara fisik terkait pada perayaan-tradisional, kepercayaan , karya artistis dan kebahasaan bernilai universal,(7) fenomena alam luar-biasa, keindahan alam luar-biasa , (8) sebagai contoh tahap sejarah bumi , alam dan manusia berdimensi proses geologis , reformasi-tanah, berfitur geomorfis dan psikografis, (9) contoh terbaik evolusi ekologis alam-raya, evolusi biologis flora-fauna , (10) situs konservasi\u00a0 alam ( misalnya mata air , hutan primer) dan suaka flora-fauna terancam punah. Terdapat 9 situs warisan budaya kelas dunia di NKRI versi UNESCO, yaitu\u00a0 Candi Borobudur, Candi Prambanan, Cagar Alam Ujung Kulon, Taman Nasional Komodo tahun 1991, Hutan-Hujan Sumatera ( dalam bahaya kepunahan) tahun 2011, Situs Tambang Batubara Ombilin Sawahlunto 2019. <\/p>\n\n\n\n<p><strong><em><a href=\"https:\/\/www.ksap.org\/sap\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/MAKALAH-HERITAGE.pdf\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Selengkapnya&#8230;<\/a><\/em><\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>ASET WARISAN BUDAYA (HERITAGE ASSETS ACCOUNTING) Dituturkan Dr Jan Hoesada PENDAHULUAN Seperti biasa, penulis mohon maaf apabila terdapat buah-pikiran atau kutipan tak sejalan-pikiran dengan sidang pembaca. Terdapat dua kelompok besar , warisan alam ( natural heritage) dan warisan-budaya (cultural heritage) . Sumber Encyclop\u00e6dia Britannica, Inc, 2023, makna heritage \/ warisan\/ penginggalan adalah tradisi, kinerja\/raihan, kepercayaan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":162,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[18,67,6],"tags":[],"class_list":{"0":"post-5295","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","6":"category-artikel","7":"category-publication","8":"category-publikasi","9":"czr-hentry"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.ksap.org\/sap\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5295","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.ksap.org\/sap\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.ksap.org\/sap\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ksap.org\/sap\/wp-json\/wp\/v2\/users\/162"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ksap.org\/sap\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=5295"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.ksap.org\/sap\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5295\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":5297,"href":"https:\/\/www.ksap.org\/sap\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5295\/revisions\/5297"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.ksap.org\/sap\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=5295"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ksap.org\/sap\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=5295"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ksap.org\/sap\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=5295"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}