{"id":4510,"date":"2020-09-29T19:15:34","date_gmt":"2020-09-29T12:15:34","guid":{"rendered":"http:\/\/www.ksap.org\/sap\/?p=4510"},"modified":"2020-09-30T11:18:05","modified_gmt":"2020-09-30T04:18:05","slug":"teori-estimasi-terbaik-pemrovisian-utang-estimasian","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.ksap.org\/sap\/teori-estimasi-terbaik-pemrovisian-utang-estimasian\/","title":{"rendered":"TEORI  ESTIMASI TERBAIK PEMROVISIAN UTANG ESTIMASIAN"},"content":{"rendered":"\n<p><strong>PENDAHULUAN<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Makalah dimaksud untuk mendukung acara Dengar Pendapat Publik KSAP 16 September 2020 tentang Liabilitas Estimasian.<\/p>\n\n\n\n<p>Berbagai standar akuntansi internasional menggunakan kemungkinan menjadi kewajiban di atas 50 % sebagai ukuran kemungkinan besar terjadi sehingga berkonsekuensi provisi, 50 % ke bawah , sampai batas kemungkinan kecil terjadi &nbsp;(<em>remote<\/em>) sebagai kemungkinan (<em>possible<\/em>) sehingga berpotensi disajikan pada CALK sebagai kewajiban keuangan kontinjen. Liabilitas kontingen adalah sesuatu yang berpotensi menjadi liabilitas, berpotensi menjadi kerugian (potential loss) dan berpotensi menjadi beban (<em>potential expenses<\/em>). Walau pemrovisian terfokus pada liabilitas estimasian untuk keperluan Laporan Neraca, teknologi perhitungan dugaan kewajiban kontinjensi tertayang di CALK dapat bahkan sebaiknya mengambil hikmah pemrovisian utang berjumlah tak pasti. <strong><\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Kewajiban kini (<em>present obligation<\/em>) adalah kewajiban legal atau hukum positif, termasuk kewajiban konstruktif, yang telah ada pada tanggal neraca, bukan kewajiban yang diharapkan akan timbul dimasa yang akan datang. Kewajiban legal telah ada kini ( arti kini adalah saat tanggal laporan neraca) harus berbasis bukti hukum, termasuk pendapat pakar. Kewajiban Estimasian adalah kewajiban sah secara hukum atau pasti ( dapat dipaksakan secara hukum) , namun jumlahnya tak pasti, sehingga harus diprovisi ( diestimasi atau dicadangkan&nbsp; untuk di bayar)&nbsp; , berkondisi pasti atau&nbsp; probable (kemungkinan besar ) harus dilunasi dengan pengurbanan sumber-daya (aset). Kewajiban estimasian terbagi (1) jumlah di estimasi, waktu penyelesaian pasti, (2) jumlah dan waktu penyelesaian di estimasi. Kewajiban kontinjen tak dilaporkan pada Laporan Neraca.<\/p>\n\n\n\n<p>Terdapat jenis kewajiban kontinjen nirkepastian kewajiban hukum untuk pelunasan yang ber-jumlah pasti dan ber-tanggal bayar , menjadi kewajiban pasti bila seluruh aspek kontinjensi menjadi pasti. Jumlah provisi&nbsp; kewajiban estimasian nan-baru mungkin masih dapat menggunakan perikatan kontinjen tersebut. Jumlah penyelesaian pasti tak mempunyai bingkai waktu penyelesaian pasti, tak dapat di nilai-kinikan pada tanggal pelaporan neraca. Putusan pengadilan negeri , kesepakatan damai pemberesan dan berita kematian pihak penagih tak ber-akhliwaris menyebabkan sesuatu kondisi kontinjen menjadi pasti, di dalamnya pada umumnya termaktub kepastian besar, jadwal dan cara pelunasan. <strong><em><span style=\"text-decoration: underline;\"><a href=\"https:\/\/www.ksap.org\/sap\/wp-content\/uploads\/2020\/09\/PUBLIC-HEARING-HANDOUT.pdf\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Selengkapnya . . .<\/a><\/span><\/em><\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>PENDAHULUAN Makalah dimaksud untuk mendukung acara Dengar Pendapat Publik KSAP 16 September 2020 tentang Liabilitas Estimasian. Berbagai standar akuntansi internasional menggunakan kemungkinan menjadi kewajiban di atas 50 % sebagai ukuran kemungkinan besar terjadi sehingga berkonsekuensi provisi, 50 % ke bawah , sampai batas kemungkinan kecil terjadi &nbsp;(remote) sebagai kemungkinan (possible) sehingga berpotensi disajikan pada CALK [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":162,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[69,18,4,6],"tags":[],"class_list":{"0":"post-4510","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","6":"category-article","7":"category-artikel","8":"category-berita","9":"category-publikasi","10":"czr-hentry"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.ksap.org\/sap\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4510","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.ksap.org\/sap\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.ksap.org\/sap\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ksap.org\/sap\/wp-json\/wp\/v2\/users\/162"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ksap.org\/sap\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4510"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/www.ksap.org\/sap\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4510\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4531,"href":"https:\/\/www.ksap.org\/sap\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4510\/revisions\/4531"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.ksap.org\/sap\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4510"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ksap.org\/sap\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4510"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ksap.org\/sap\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4510"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}