{"id":4182,"date":"2020-01-01T00:41:36","date_gmt":"2019-12-31T17:41:36","guid":{"rendered":"http:\/\/www.ksap.org\/sap\/?p=4182"},"modified":"2019-12-31T10:43:11","modified_gmt":"2019-12-31T03:43:11","slug":"kumpulan-humor-kedua-tahun-2020","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.ksap.org\/sap\/kumpulan-humor-kedua-tahun-2020\/","title":{"rendered":"KUMPULAN HUMOR KEDUA TAHUN 2020"},"content":{"rendered":"\n<p><strong>Humorist: Dr Jan Hoesad<\/strong><\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-image\"><figure class=\"alignleft is-resized\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/www.ksap.org\/sap\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/image-3.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-4183\" width=\"284\" height=\"130\"\/><\/figure><\/div>\n\n\n\n<p><strong>Dibawah 17 Dilarang Masuk<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Sebuah kapal asing berlabuh pada sebuah negeri\nnan-alim. Seorang pelaut memisahkan diri dari kawan-kawan yang sedang\nbermabuk-mabuk dan jalan-jalan menelusuri kota pelabuhan. Pada sebuah bioskop\nia berhenti , memeriksa bangunan penuh gambar-gambar seronok, bertanya pada\npenjaga . Penjaga menjelaskan itulah gambar hidup, seperti membaca buku yang\nbergerak. Sang pelaut melirik pada loket penjual karcis, dan membaca \u201c Dibawah\n17 dilarang masuk\u201d , kembali ke pub tempat minum-minum dan memaksa 16 pelaut\njunior untuk mengawaninya nonton biskop.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Pada\nsebuah talk show<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Beberapa politisi diundang talkshow tentang\nperlindungan jenis hewan hampir punah. Debat kusir berlangsung seru , terjadi\ntarik urat nan-dahsyat yang berisiko baku hantam , pembawa acara sibuk melerai\nberbagai aksi unjuk emosi dan otot, sampai tanda elektronik memberi tanda batas\nwaktu berakhir.Tiba tiba suasana hening menunggu kesimpulan pembawa acara.\nPembawa acara menoleh kepada seorang politisi tua yang memilih diam saja\nsepanjang acara silang-pendapat tersebut, dan memohon sepatah dua patah-kata\nsebagai pakar-terundang TVRI. Wajah politisi itu tiba tiba cerah, duduknya\ntiba-tiba tegak bersemangat. Menangkupkan dua tangan tanda rendah hati, beliau\nberucap: Penderitaan mereka sudah cukup berat tanpa perlu kita masukkan pada\nranah politik.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Pada\nSebuah Talk Show<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Pembawa acara terpesona dan berucap kepada\nPenyata-Terakhir; \u201d Sebuah jawaban nan-tegas dan mantap, menuntaskan segala\npersoalan yang kita bahas. Mohon tepuk-tangan haidirin \u201d, lalu berucap pada\nPenyata-Sebelum -Terakhir ;\u201d Dapatkah anda mengulang lagi pertanyaan anda?\u201d. <\/p>\n\n\n\n<p><strong>Peringatan\nbagi Ortu Generasi Milenia<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Wahai ortu nan bijak, anda boleh me-reformat\nsegala hal, namun hormati hak-hidup pasangan hidup dan anak-anak. Apabila anda\nmendapat anugerah anak berukuran dua meter, jangan potong kakinya , pesanlah tempat\ntidur dengan panjang khusus baginya, dan masukkan ia ke klub bola basket.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Pada\nSuatu Konsultasi Perkawinan<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Psikolog yang menjadi konsultan perkawinan itu\nmenjawab dengan hati hati : Kalau masalahnya anda ingin menikah karena takut\nkesepian, jangan menikah.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Pada\nAwal Kabinet Ke Dua<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Wartawan bertanya kepada Presiden negeri\nentah-berentah : Bagaimana kesibukan Bapak tatkala diangkat menjadi Presiden\nuntuk kedua kalinya? Saya baru saja mengesahkan rencana strategis lima-tahun\nkedepan bagi negara kita dan menyerahkan pelaksanaannya kepada para menteri.\nSekarang dan sepanjang lima tahun kedepan, saya bersama keluarga merencanakan\ndan mempersiapkan rencana strategis paska-lengser sebagai Presiden, saya\nnamakan Proyek Lengser Bahagia.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Standup\nComedy seorang Politisi<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Ketika&nbsp;\nguru SD kita berujar \u201c Jadilah pribadi sejati, jangan berpura-pura\u201d ,\ndan \u201c jangan sampai orang menemukan anda berpura-pura\u201d , dan dari bangku tempat\nduduk saya , saya bertanya \u201cBagaimana anda menemukannya kalau saya selalu\nberlatih dan memolesnya sepanjang karir sebagai politisi ?.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Lakon Pembawa\nBerita<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Layar pentas Wayang Orang Terbuka : Episode\npersiapan perang Baratayuda, pada para Pandawa dan para penasihat berkumpul\npada Balairung Amarta pura. Ditengah rapat, tiba tiba muncul Petruk lari\nkencang menerobos ruang sidang , terengah-engah menjatuhkan diri dan\nsungkem&nbsp; dihadapan Prabu Yudhistir . Bukan\nsaja penonton kaget, para pemain lain juga kaget akan aksi-dadakan Petruk yang\nluar biasa. Acting petruk menjadi makin nyata tatkala melapor gawat-darurat\nditengah pengaturan nafas yang belum rata, menyebabkan Petruk menjadi superstar\ndalam WayangWong&nbsp; Bharata News- To Day.<\/p>\n\n\n\n<p>Pada wartawan yang mewawancarai, aktor pujaan\npublik kali ini menyatakan rahasia suksesnya: Menjelang adegan, saya berupaya\nmengubah diri-saya agar masuk kepanggung dalam kondisi basah-kuyup keringat dan\nterengah-engah kesurupan, dengan cara berlari mengitari gedung pertunjukan tiga\nkali menunggu tanda dari sutradara saya harus masuk panggung. Laporan saya\nteputus-putus karena nafas masih tersengal sengal, ternyata berhasil menuai\ntepuk tangan pemirsa , termasuk para turis asing karena\nsarana-terjemah-eketronis&nbsp; ditelinga\nmereka mengonversi ucapan saya ke bahasa&nbsp;\nInggris juga tersengal-sengal.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Hasil\nSurvei Wayang Orang<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Usut-punya usut, ternyata setiap\npekerja-pentas Wayang Orang itu ternyata mendambakan peran sebagai Gusti Ratu\ndan berlatih keras agar terpilih untuk peran tersebut, terutama postur\nberwibawa dan suara yang agung, karena peran itu mendapat posisi duduk pada\nsatu-satunya kursi singgasana yang ada di pentas. Pemain lain harus tahan\nberdiri sepanjang lakon. Peran arjuna pada umumnya dilakukan oleh pekerja-seni\nberjenis wanita, agar paras tampan sang <em>playboy<\/em>\ndapat ditampilkan, dengan keterbatasan tampilan dada pria sejati harus tertutup\nkemben.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Humorist: Dr Jan Hoesad Dibawah 17 Dilarang Masuk Sebuah kapal asing berlabuh pada sebuah negeri nan-alim. Seorang pelaut memisahkan diri dari kawan-kawan yang sedang bermabuk-mabuk dan jalan-jalan menelusuri kota pelabuhan. Pada sebuah bioskop ia berhenti , memeriksa bangunan penuh gambar-gambar seronok, bertanya pada penjaga . Penjaga menjelaskan itulah gambar hidup, seperti membaca buku yang bergerak. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":162,"featured_media":4183,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[69,18],"tags":[],"class_list":{"0":"post-4182","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","5":"has-post-thumbnail","7":"category-article","8":"category-artikel","9":"czr-hentry"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.ksap.org\/sap\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4182","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.ksap.org\/sap\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.ksap.org\/sap\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ksap.org\/sap\/wp-json\/wp\/v2\/users\/162"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ksap.org\/sap\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4182"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.ksap.org\/sap\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4182\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4184,"href":"https:\/\/www.ksap.org\/sap\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4182\/revisions\/4184"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ksap.org\/sap\/wp-json\/wp\/v2\/media\/4183"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.ksap.org\/sap\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4182"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ksap.org\/sap\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4182"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ksap.org\/sap\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4182"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}