{"id":4102,"date":"2019-12-01T01:00:31","date_gmt":"2019-11-30T18:00:31","guid":{"rendered":"http:\/\/www.ksap.org\/sap\/?p=4102"},"modified":"2019-12-12T08:36:39","modified_gmt":"2019-12-12T01:36:39","slug":"manajemen-hubungan-masyarakat-dalam-pemerintahan-governmental-digital-public-relation","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.ksap.org\/sap\/manajemen-hubungan-masyarakat-dalam-pemerintahan-governmental-digital-public-relation\/","title":{"rendered":"MANAJEMEN HUBUNGAN MASYARAKAT DALAM PEMERINTAHAN (GOVERNMENTAL DIGITAL PUBLIC RELATION)"},"content":{"rendered":"\n<div class=\"wp-block-image\"><figure class=\"alignleft\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"272\" height=\"395\" src=\"https:\/\/www.ksap.org\/sap\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/image.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-4103\" srcset=\"https:\/\/www.ksap.org\/sap\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/image.png 272w, https:\/\/www.ksap.org\/sap\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/image-207x300.png 207w\" sizes=\"auto, (max-width: 272px) 100vw, 272px\" \/><\/figure><\/div>\n\n\n\n<p><strong>PENDAHULUAN<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Bagaimana membuat\nBuku Era Baru Hubungan Otoritas Pajak dengan Wajib Pajak , Cetakan ke Dua,\nmenjadi trending topics ?<\/p>\n\n\n\n<p>Bagaimana dalam 20\njam sebuah produk hukum sebuah kementerian menjadi <em>trending topic<\/em> di Twitter, dan diperbincangkan 200 juta orang ? &nbsp;Orang tidak akan peduli produk hukum baru\napabila tak memberi manfaat, citra, kebahagiaan, relasi , cerita dan keajaiban terkandung\ndi dalamnya. Tugas organisasi hubungan publik dalam sebuah kabinet,\nkementerian, lembaga atau pemerintah daerah bukan sekadar juru bicara entitas\npemerintahan tersebut, namun sebagai juru kampanye tupoksi dan pelaksanaan\ntupoksi agar mendapat dukungan luas.<\/p>\n\n\n\n<p>Bagaimana Kepala\nStaf Kepresidenan mengendalikan perilaku pro-kontra para <em>buzzer<\/em> terhadap Kabinet , dan manajemen penggalangan buzzer\nberkualitas tinggi dan pro kabinet ?. Apakah partai oposisi juga melakukan hal\nyang sama, siapa buzzer dan influencer mereka ? Berapa banyak <em>influencer<\/em> di rekrut via APBN\/D untuk\nmeningkatkan kualitas manajemen informasi publik dalam kepemerintahan ?<\/p>\n\n\n\n<p>Tetapi bagaimana <em>Public Relation Management<\/em> dalam\npemerintahan tersebut di atas ber kampanye kalau tidak memahami nurani, batin, <em>insight<\/em> pemangku kepentingan , sehingga\nbirokrasi tidak tahu bagaimana strategi dan taktik berkomunikasi dengan pemangku\nkepentingan yang pro, yang anti dan yang tak peduli pada suatu rencana\nstrategis atau produk hukum baru Kabinet, &nbsp;K\/L\/Pemda tertentu ?<\/p>\n\n\n\n<p>Organisasi hubungan publik sebuah kabinet, kementerian \/ lembaga \/ pemda bertugasmengomunikasikan nilai dan pengetahuan akan program, kegiatan, proyek dan produk hukum baru dari KL\/Pemda tersebut secara deduktif . Bila manfaat dan keunggulan program\/produk hukum disampaikan dengan gaya birokrat, &nbsp;upaya pembentukan &nbsp;opini publik tersebut kasad-mata &nbsp;tertengarai publik, dipahami sebagai keinginan pemerintah, yang berisiko membangkitkan oposisi atau sikap tak peduli. <strong><a href=\"https:\/\/www.ksap.org\/sap\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/MANAJEMEN-HUBUNGAN-PUBLIK.pdf\">S e l e n g k a p n y a  . . .<\/a><\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>PENDAHULUAN Bagaimana membuat Buku Era Baru Hubungan Otoritas Pajak dengan Wajib Pajak , Cetakan ke Dua, menjadi trending topics ? Bagaimana dalam 20 jam sebuah produk hukum sebuah kementerian menjadi trending topic di Twitter, dan diperbincangkan 200 juta orang ? &nbsp;Orang tidak akan peduli produk hukum baru apabila tak memberi manfaat, citra, kebahagiaan, relasi , [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":162,"featured_media":4103,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[69,18],"tags":[],"class_list":{"0":"post-4102","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","5":"has-post-thumbnail","7":"category-article","8":"category-artikel","9":"czr-hentry"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.ksap.org\/sap\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4102","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.ksap.org\/sap\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.ksap.org\/sap\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ksap.org\/sap\/wp-json\/wp\/v2\/users\/162"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ksap.org\/sap\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4102"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/www.ksap.org\/sap\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4102\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4117,"href":"https:\/\/www.ksap.org\/sap\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4102\/revisions\/4117"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ksap.org\/sap\/wp-json\/wp\/v2\/media\/4103"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.ksap.org\/sap\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4102"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ksap.org\/sap\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4102"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ksap.org\/sap\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4102"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}