{"id":4021,"date":"2019-10-21T14:48:23","date_gmt":"2019-10-21T07:48:23","guid":{"rendered":"http:\/\/www.ksap.org\/sap\/?p=4021"},"modified":"2019-11-05T11:16:15","modified_gmt":"2019-11-05T04:16:15","slug":"dasar-teori-akuntansi-pemerintahan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.ksap.org\/sap\/dasar-teori-akuntansi-pemerintahan\/","title":{"rendered":"DASAR TEORI AKUNTANSI PEMERINTAHAN"},"content":{"rendered":"\n<div class=\"wp-block-image\"><figure class=\"alignleft\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"316\" height=\"395\" src=\"https:\/\/www.ksap.org\/sap\/wp-content\/uploads\/2019\/10\/image.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-4022\" srcset=\"https:\/\/www.ksap.org\/sap\/wp-content\/uploads\/2019\/10\/image.png 316w, https:\/\/www.ksap.org\/sap\/wp-content\/uploads\/2019\/10\/image-240x300.png 240w\" sizes=\"auto, (max-width: 316px) 100vw, 316px\" \/><\/figure><\/div>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><strong>DASAR TEORI AKUNTANSI PEMERINTAHAN<\/strong><\/h4>\n\n\n\n<p><strong>Pemakalah , Dr Jan Hoesada<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p><strong>PENDAHULUAN<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Pemakalah bertugas di\nKSAP sejak tahun 2004 sampai hari ini menggunakan rujukan teori akuntansi umum\nsebagai dasar pemikiran menyusun Standar Akuntansi pemerintahan. Di bawah ini\nadalah contoh, sedikit contoh , bagaimana teori akuntansi digunakan dalam\npenyusunan SAP tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>MAKNA\nTEORI<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Setiap orang mempunyai serumpun teori pribadi yang\ndibangun berdasar postulat dan asumsi dengan segala keterbatasan kecukupan dan tingkat\nkebenaran untuk proses deduksi dengan berbagai tingkat ketepatan dan\nkrusialitas<\/p>\n\n\n\n<p>Bagi American Accounting Association (1966), teori\nakuntansi di definisikan sebagai proposisi seperangkat-lengkap nan-kohesive\ntentang suatu konsepsi hipotetikal atau fragmatis, yang menjelaskan dan memandu\nkegiatan akuntan dalam meng-identifikasi, mengukur dan mengomunikasikan\ninformasi ekonomi kepada para pengguna LK. <\/p>\n\n\n\n<p>Menurut Wolk, Dodd and Rozycki (2008), sebuah teori\nakuntansi mengandung asumsi dasar, definisi dan prinsip akuntansi.<\/p>\n\n\n\n<p>Menurut Perara dan Matthew (1996) , teori akuntansi\nadalah penalaran prinsip-prinsip besar yang memberi rujukan umum bagi para\nakuntan untuk mengevaluasi dan memandu pengembangan praktik baru dan prosedur\nbaru. Teori akuntansi adalah perasionalan berbagai hukum atau aturan akuntansi\n, yang lebih lanjut menjelaskan perilaku&nbsp;\npara akuntan dalam mengumpulkan, mencatat, mengklasifikasi, melaporkan dan menafsir data keuangan\ntermaktub dalam LK.<\/p>\n\n\n\n<p>Bagi Hendrikson (1992) , teori akuntansi di defnisikan\nsebagai penalaran logis dalam bentuk sebuah set prinsip nan-luas yang (1)Menjadi bingkai-referensi-umum untuk evaluasi praktik\nberakuntansi dan (2) Panduan\npembangunan\/pengembangan praktik dan prosedur akuntansi nan-baru.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Teori akuntansi<\/strong> digunakan untuk (1)Menjelaskan berbagai praktik dan berbagai prosedur akuntansi untuk mencapai pemahaman yang lebih baik akan praktik-akuntansi-nan-sehat, (2) Mencipta \/ mengubah \/ mengembangkan prinsip akuntansi. <strong><a href=\"https:\/\/www.ksap.org\/sap\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/TEORI-AKUNTANSI-PEMERINTAHAN.pdf\">S e l e n g k a p n y a . . .<\/a><\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>DASAR TEORI AKUNTANSI PEMERINTAHAN Pemakalah , Dr Jan Hoesada PENDAHULUAN Pemakalah bertugas di KSAP sejak tahun 2004 sampai hari ini menggunakan rujukan teori akuntansi umum sebagai dasar pemikiran menyusun Standar Akuntansi pemerintahan. Di bawah ini adalah contoh, sedikit contoh , bagaimana teori akuntansi digunakan dalam penyusunan SAP tersebut. MAKNA TEORI Setiap orang mempunyai serumpun teori [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":162,"featured_media":4022,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[69,18],"tags":[],"class_list":{"0":"post-4021","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","5":"has-post-thumbnail","7":"category-article","8":"category-artikel","9":"czr-hentry"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.ksap.org\/sap\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4021","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.ksap.org\/sap\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.ksap.org\/sap\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ksap.org\/sap\/wp-json\/wp\/v2\/users\/162"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ksap.org\/sap\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4021"}],"version-history":[{"count":7,"href":"https:\/\/www.ksap.org\/sap\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4021\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4066,"href":"https:\/\/www.ksap.org\/sap\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4021\/revisions\/4066"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ksap.org\/sap\/wp-json\/wp\/v2\/media\/4022"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.ksap.org\/sap\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4021"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ksap.org\/sap\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4021"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ksap.org\/sap\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4021"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}