{"id":3979,"date":"2019-07-31T18:34:30","date_gmt":"2019-07-31T11:34:30","guid":{"rendered":"http:\/\/www.ksap.org\/sap\/?p=3979"},"modified":"2019-08-13T11:37:28","modified_gmt":"2019-08-13T04:37:28","slug":"wacana-pertimbangan-dalam-khasanah-hukum-nkri","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.ksap.org\/sap\/wacana-pertimbangan-dalam-khasanah-hukum-nkri\/","title":{"rendered":"WACANA PERTIMBANGAN DALAM KHASANAH HUKUM NKRI"},"content":{"rendered":"\n<figure class=\"wp-block-image is-resized\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/www.ksap.org\/sap\/wp-content\/uploads\/2019\/07\/Juli-5-1.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-3981\" width=\"254\" height=\"341\" srcset=\"https:\/\/www.ksap.org\/sap\/wp-content\/uploads\/2019\/07\/Juli-5-1.jpg 449w, https:\/\/www.ksap.org\/sap\/wp-content\/uploads\/2019\/07\/Juli-5-1-224x300.jpg 224w\" sizes=\"auto, (max-width: 254px) 100vw, 254px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p><strong>Laporan hasil studi pustaka Dr Jan Hoesada, KSAP<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p><strong>PENDAHULUAN<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Berbagai istilah\nhukum&nbsp; untuk kosa kata \u201cPertimbangan \u201cditelaah\ndan memberi hasil berupa wacana sebagai berikut.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>WACANA<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p><strong>1. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 1967 Tentang Dewan Pertimbangan Agung\u00a0 <\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>     Pasal 2 <\/p>\n\n\n\n<p>     Tugas Dewan Pertimbangan Agung ialah: <\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\"><li>memberi jawaban atas pertanyaan Presiden; <\/li><li>memajukan usul kepada Pemerintah.<\/li><\/ol>\n\n\n\n<p><strong>2. Badan Penasihat Presiden Mengganti DPA <\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>\u201cPresiden\nmembentuk suatu dewan pertimbangan yang bertugas memberikan nasihat dan\npertimbangan kepada Presiden, yang selanjutnya diatur dalam undang-undang.<\/p>\n\n\n\n<p>Jika Badan\nPenasihat Presiden lahir, maka lembaga atau perorangan yang mempunyai tugas\nmemberikan nasihat dan pertimbangan kepada presiden dinyatakan berakhir. Jadi\ntidak hanya DPA saja yang menjadi bubar, badan-badan lain seperti Komisi Hukum\nNasional yang selama ini berfungsi memberikan nasihat kepada presiden untuk\nmasalah-masalah yang berhubungan dengan hukum juga akan dibubarkan.<\/p>\n\n\n\n<p>Untuk\npembahasannya, Sidang Paripurna DPR pada tanggal 17 Mei 2004 telah menyepakati\nbahwa RUU ini akan dibahas oleh suatu Panitia Khusus yang beranggotakan 27\norang dan rencananya akan diselesaikan sebelum DPR memasuki masa resesnya pada\n17 Juli 2004 mendatang<\/p>\n\n\n\n<p>Perkembangan\npembahasan yang patut dicatat untuk RUU DPPP adalah terjadinya perubahan nama\natau judul draf RUU yang semula \u201cRUU tentang Dewan Penasehat Presiden\u201d menjadi\n\u201cRUU tentang Dewan Pertimbangan dan Penasehat Presiden\u201d. Keputusan perubahan\nnama draf RUU tersebut diambil setelah melalui perdebatan panjang dan alot\nsehingga diperoleh kesepakatan bersama untuk mengubah nama RUU tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p>Memasuki Masa Sidang II Tahun Persidangan 2006-2007, Pansus RUU DPPP dan pemerintah telah siap dengan sejumlah agenda pembahasan draf RUU. Bahkan pertengahan minggu kedua November, tercatat di jadwal acara rapat-rapat\/kegiatan Pansus RUU DPP, Pansus akan membahas Daftar Inventarisasi Masalah (DIM) persandingan sekaligus mengagendakan pembentukan Panitia Kerja (Panja). <strong><em><a href=\"https:\/\/www.ksap.org\/sap\/wp-content\/uploads\/2019\/07\/Revisi-Pertimbangan.pdf\">S e l e n g k a p n y a . . . <\/a><\/em><\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Laporan hasil studi pustaka Dr Jan Hoesada, KSAP PENDAHULUAN Berbagai istilah hukum&nbsp; untuk kosa kata \u201cPertimbangan \u201cditelaah dan memberi hasil berupa wacana sebagai berikut. WACANA 1. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 1967 Tentang Dewan Pertimbangan Agung\u00a0 Pasal 2 Tugas Dewan Pertimbangan Agung ialah: memberi jawaban atas pertanyaan Presiden; memajukan usul kepada Pemerintah. 2. Badan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":7,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[18],"tags":[],"class_list":{"0":"post-3979","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","6":"category-artikel","7":"czr-hentry"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.ksap.org\/sap\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3979","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.ksap.org\/sap\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.ksap.org\/sap\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ksap.org\/sap\/wp-json\/wp\/v2\/users\/7"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ksap.org\/sap\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3979"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/www.ksap.org\/sap\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3979\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3995,"href":"https:\/\/www.ksap.org\/sap\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3979\/revisions\/3995"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.ksap.org\/sap\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3979"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ksap.org\/sap\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3979"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ksap.org\/sap\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3979"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}